Blog Archive

Tampilkan postingan dengan label kisah nyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah nyata. Tampilkan semua postingan

Kesaksian Mantan Peramal Hong Sui

Written by cnathael@blog.com 0 komentar Posted in:


PDF Print E-mail


KESAKSIAN MANTAN PERAMAL DAN AHLI HONG SUI


Nama asli saya adalah Tjong Khim Long/ Tjuk Lin Tse alias Yusuf. Tjuk Lin Tse adalah nama praktek saya. Saya berasal dari Kalimantan Barat dan sudah menetap di Jakarta selama 21 tahun sebagai seorang Sinshe. Saya juga masuk dalam ikatan Sinshe-sinshe di Indonesia. Sebagai peramal nasib, saya mulai dengan memasang tarip sebesar Rp. 500, untuk setiap pasien. Tarip terakhir sebelum saya bertobat, yaitu tahun 1988 sebesar Rp. 150.000, setiap pasien untuk waktu ½ jam. Pasien saya begitu banyak sampai harus menunggu giliran 2-3 bulan, bahkan 4 bulan untuk diramal nasibnya.

Selama 21 tahun saya tidak pernah memasang iklan, tetapi dapat menjadi begitu terkenal dan saya mempunyai 46 orang murid, baik di dalam maupun di luar negeri, terdiri dari 34 pria dan 12 wanita: Murid yang paling jauh dari Canada,sedangkan yang paling dekat dari Singapore dan Malaysia. Yang dari Indonesia terpencar dari berbagai daerah. Setiap murid harus membayar antara 9-10 juta rupiah pada saat itu. Mereka belajar hal meramal nasib, melihat Hong Sui,membuat Hoe dan Pak Kwa.


CARA MERAMAL NASIB

Sekarang saya mau menerangkan bagaimana saya meramal nasib. Sewaktu pasien mendaftar dan tiba gilirannya untuk diramal maka pada saat pasien datang, saya dapat mengetahui persoalan apa yang terjadi yang menyebabkan pasien tersebut mencari saya; baik itu masalah usaha, masalah rumah tangga dan lain-lain. Saya juga dapat mengetahui penyakit apa yang diderita oleh pasien tersebut atau penyakitnya mengharuskan dia dioperasi dan barapa kali dia sudah dioperasi saya dapat mengetahuinya. Lebih dari itu, anak-anaknya dengan tanda-tanda yang ada pada tubuhnya laki-laki atau perempuan, janda atau duda dan lain-lain, semuanya dapat saya ketahui.

Sebenarnya itu bukan karena kehebatan saya, sebab cara saya meramal berasal dari ilmu keturunan nenek moyang saya, bukan karena mempelajari buku-buku. Sejak kecil saya sudah dilatih dengan sembahyang, puasa serta membaca mantra-mantra. Pada saat saya menghadapi pasien untuk diramal, sebenarnya roh yang pada pasien itulah yang telah memberitahu kepada roh yang mengikuti saya. Murid saya yang belum sepenuhnya luluspun sudah dapat disertai dengan roh yang dapat memberitahukan segala sesuatu kepadanya. Dengan adanya roh dari pasien yang memberitahukan kepada roh yang mengikuti saya, kemudian mamberikan firasat kepada saya, maka saya berani menyampaikan ramalan nasib pasien saya secara tepat.

Lalu bagaimana saya yang memiliki latar belakang kehidupan yang sedemikian, dapat percaya kepada Tuhan Yesus, padahal sebelumnya saya sama sekali tidak dapat percaya kepada Tuhan Yesus. Menurut pendapat saya sebelumnya, Tuhan Yesus tidak sebangsa dengan saya, bagaimana Dia dapat membawa saya ke Sorga? Mimpipun tidak mungkin, pikir saya. Saya mengatakan, bahwa Alkitab adalah tulisan manusia, bukan secara langsung dijatuhkan dari langit. Namun ternyata saat ini saya dapat menjadi orang yang lebih percaya kepada Tuhan Yesus, lebih daripada sebagian orang-orang Kristen.

Saya menjadi Kristen bukan melalui kesaksian Orang Kristen, bahkan seandainya ada yang menyodorkan 100 juta rupiah sekalipun supaya saya mau menjadi orang Kristen, saya akan menolaknya. Saya dapat percaya kepada Tuhan Yesus melalui satu proses yang panjang dari Tuhan sendiri.

KENAPA SAYA DAPAT PERCAYA KEPADA TUHAN YESUS?


Tgl. 01 Pebruari 1988 itulah titik awal di mana saya mulai percaya kepada Tuhan Yesus. Setiap manusia mamiliki cinta kasih dan melalui hal inilah saya dapat mengenal Tuhan Yesus. Cinta kasih yang akan saya paparkan di sini adalah cinta kasih antara suami istri.

Pada tgl.23 Maret 1987 isteri saya telah meninggal dunia karena penyakit tidak nafsu makan. Meskipun saya seorang Sinshe, saya tidak pernah membuka resep untuk isteri saya, melainkan menghubungi Sinshe lain yang terkenal untuk membukakan resep untuk istri saya.

Di rumah saya ada satu kamar yang keadaannya seperti layaknya sebuah kelenteng, 21 tahun yang lalu patung yang saya sembah itu dapat bergerak dan selama isteri saya sakit, saya menyembah kepada berhala-berhala itu. ternyata hasilnya tidak ada, demikian juga usaha-usaha saya yang lain bagi kesembuhan isteri saya.

Terakhir isteri saya masuk rumah sakit, tetapi dokter tidak dapat menemukan penyakit apa yang diderita oleh istri saya. Hasil check up secara menyeluruhpun mengatakan bahwa isteri saya sehat, tidak ada sesuatu penyakit. Saat itu keadaan isteri saya setiap hari hanya dapat makan sebanyak dua (2) sendok, jika ditambah satu(l) sendok lagi dia akan muntah. Setelah menghadapi jalan buntu, isteri saya menyatakan bahwa dia menerima Tuhan Yesus dan percaya kepadaNya. Meskipun saya sama sekali tidak percaya kepada Tuhan Yesus, namun karena rasa cinta kasih saya kepada isteri, saya terpaksa mengijinkannya. Pada saat istri saya percaya kepada Tuhan Yesus, dia tidak didoakan oleh siapa-siapa, hanya seorang putra dan putri saya yang belum Kristen pada saat itu. Setelah didoakan, pada malam itu isteri saya dapat tidur dengan nyenyak.

Keesokan harinya, ketika dia bangun, wajahnva begitu berseri-seri dan sejak itu setiap malam dia dapat tidur dengan tenang. Di lain pihak ternyata hal itu justru membuat saya tidak dapat tidur. Kenapa dapat tajadi hal yang demikian? Bayangkan, isteri saya sudah percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi di rumah saya masih penuh dengan berhala. Menurut ramalan saya dalam waktu 8-10 hari lagi istri saya akan pulang ke rumah dan situasi rumah yang demikian jelas akan merupakan satu persoalan untuknya. Sebagai orang yang percaya Tuhan Yesus, isteri saya akan mengucapkan "Haleluyah dan Puji Tuhan", sedangkan saya masih harus mengucapkan kata-kata untuk berhala. Perbedaan hidup yang demikian jelas akan mendatangkan suasana yang tidak baik.

BERHALA-BERHALA DI RUMAH SAYA DIHANCURKAN

Segera saya mengumpulkan murid-murid saya untuk mengadakan rapat, tetapi mereka juga tidak dapat memberikan satu usul tepat sebagai jalan keluarnya. Namun karena rasa cinta kasih saya, segala macam berhala itu kemudian saya hancurkan, termasuk patung yang dapat bergerak dari zaman dinasti Ming tersebut.

Kira-kira 6 jam sebelum isteri saya meninggal dunia, dokter baru dapat menemukan bahwa isteri saya terkena penyakit kanker usus yang sebelumnya kami mengira hanya wasir saja. Saat isteri saya meninggal dunia saya belum percaya kepada Tuhan Yesus, namun dikarenakan isteri saya sudah percaya kepada Tuhan Yesus, upacara kematiannya diadakan secara Kristen dan kemudian setiap malam hari diadakan kebaktian penghiburan di rumah untuk beberapa waktu saya terpaksa mengikuti berdoa di dalam nama Tuhan Yesus dan mendengarkan tentang perihal Tuhan Yesus yang menyelamatkan dan memberikan Sorga kepada orang yang percaya kepadaNya. Saya ingin sekali mengetahui di mana isteri saya, di Sorga atau di Neraka. Menurut kata orang-orang Kristen dan pendeta-pendeta, isteri saya ada di Sorga, tetapi bagaimana mereka dapat memberikan bukti kepada saya. Tidak ada orang yang pernah ke Sorga dan kembali serta memberitahukan kepada saya, bahwa isteri saya ada disana.

MENGIKUTI SEMINAR PERTUMBUHAN GEREJA DI KOREA SELATAN

Pada bulan Agustus 1987 di Korea Selatan diadakan Seminar Pertumbuhan Gereja bagi orang-orang Asia dan kami sekeluarga yang bejumlah 7 orang ikut mendaftarkan diri. Saya hanya mengikuti acara-acara tersebut, tetapi tidak mengikuti kebaktiannya.

Banyak Gereja-gereja di Asia mengirimkan utusannya ke Korea tapi saya ikut datang ke sana hanya untuk mengetahui tentang Tuhan Yesus saja. Saya mempunyai 4 orang anak, seorang putra dan 3 orang putri. Putri saya yang sulung bisu tuli sama sekali tidak dapat mendengar meski ada bunyi petasan sekalipun. Putri sulung saya yang demikian juga saya ajak ke Korea. Kami juga pergi ke Bukit Doa di mana berduyun-duyun orang yang datang ke sana. Saat itu ada 163 orang dari Indonesia yang pergi ke sana termasuk saya sekeluarga. Di sana ada gua-gua untuk berdoa dan saya hanya sekedar mau tahu saja tentang gua-gua tsb. Saya sudah antri tetapi tidak pernah mendapat giliran.

Disana saya bertemu seorang penatua yang berasal dari Taiwan. Saya melihat dia berdoa untuk menyembuhkan orang-orang sakit tanpa mantera-mantera atau obat, hanya berdoa dalam nama Tuhan Yesus. Ada seseorang yang tangannya selisih panjang pendek, setelah didoakan dalam nama Tuhan Yesus, tangan yang pendek dapat menjulur keluar menjadi sama panjang. Saya juga adalah mantan pemain akrobat dan tukang sulap, tetapi apa yang saya lihat ini bukan sulapan. Kemudian saya meminta kepada penatua tersebut untuk menyembuhkan anak saya yang sulung. Dia menjawab bahwa dirinya tidak dapat menyembuhkan, yang diandalkan hanya kuasa dari Tuhan Yesus. Kesempatan inilah saya pergunakan untuk dapat melihat bagaimana kuasa Tuhan Yesus tersebut. Penatua itu meletakkan kedua jarinya di telinga anak saya lalu berdoa. Dia mengatakan, bahwa di dalam nama Tuhan Yesus anak ini harus dapat mendengar dan dapat berkata-kata Amin. Pada saat penatua itu selesai berdoa, dia memetikkan tangannya di belakang anak saya, anak saya sudah dapat mendengar. Peristiwa itu betul-betul membuat hati saya terharu, sebab 31 tahun putri sulung saya tidak pernah mendengar sesuatu suara apapun. Sekarang dia dapat mendengar hanya melalui doa. Penatua itu mengajarkan putri saya untuk mengucapkan kata-kata "Haleluyah" dan putri saya dapat mengikutinya meskipun dengan ucapan yang belum sepenuhnya tepat. Saat itu saya rasakan diri saya seperti orang udik yang pertama kali datang ke kota. saya merasakan kebesaran Tuhan Yesus.

SAYA MULAI MERASAKAN KUASA TUHAN YESUS YANG HERAN

Dari Korea saya kembali ke Indonesia mampir di Taiwan dan Hongkong. Biasanya setiap kali saya berada di Singapore atau Taiwan selalu didatangi banyak orang yang ingin diramal nasibnya, sehingga tidak dapat pergi ke mana-mana. Tetapi seat itu tidak ada yang mengetahui kedatangan saya di Taiwan sehingga saya dapat pergi ke tempat rekreasi Wu Lay. Ketika saya kembali dari tempat rekreasi tersebut, ternyata kaki saya menjadi bengkak, lebih besar dari sepatu saya.

Dikarenakan jadwal penerbangan yang sudah diatur maka dari Taiwan saya mampir ke Hongkong dengan kaki yang bertambah bengkak lagi. Saya sempat berpikir jika demikian jangan-jangan saya harus menenteng sepatu saya sampai ke Indonesia. Oleh karena itu saya memanggil kedua putri saya untuk mendoakan saya. Setelah didoakan dalam nama Tuhan Yesus ternyata belum terlihat hasilnya, didoakan kedua kali juga belum tampak adanya perubahan, sehingga saya katakan biar sajalah, saya mau tidur saja tetapi keesokan harinya ketika saya bangun ternyata kaki saya sudah sembuh. Dengan penuh sukacita saya pulang ke Indonesia bukan dengan menenteng sepatu, tetapi memakai sepatu. Saat itu saya belum mau percaya juga kepada Tuhan Yesus dan sesampai di Indonesia saya teruskan pekejaan saya sebagai peramal nasib.

Saat itu saya juga mengidap penyakit kencing manis dan tekanan darah tinggi kronis. Dengan keadaan tersebut saya ingin dapat mengetahui lebih jauh sampai dimana kuasa dari Tuhan Yesus. Saya sudah tidak mau makan obat lagi melainkan saya memanggil putra dan putri saya untuk mendoakan saya. Setelah berdoa saya pergi ke dokter untuk check up. Dokter menanyakan selama satu bulan saya tidak periksa itu telah berobat ke mana? Dokter terheran dengan hasil check up. Saya jawab, bahwa saya tidak berobat ke mana-mana. Dokter itu tidak percaya, tanpa berobat bagaimana mungkin penyakitnya dapat sembuh dan normal seperti itu, baik kencing manis maupun tekanan darah saya sudah normal kembali. Dulu tekanan darah saya untuk turun menjadi 150 saja sulit, tetapi sekarang dapat menjadi 130 - 85. Hal itu semakin membuat saya tahu bahwa ada kuasa yang besar di balik doa. Saya mau tidak mau harus mengakui kebesaran Tuhan Yesus, tetapi saya belum dapat percaya sepenuhnya kepadaNya, masalahnya adalah terletak pada pekerjaan saya sebagai peramal yang dengan begitu mudah dapat menghasilkan uang. Saat itu dalam sehari saja dapat memperoleh hasil 500-600 ribu rupiah padahal tanpa modal. Jika saya harus percaya kepada Tuhan Yesus, jelas pekerjaan saya tersebut harus saya tinggalkan dan saya tidak dapat mencari uang.

Posisi saya memang terjepit, sehingga saya memilih untuk tetap menjadi peramal nasib. Dan satu hal yang aneh ternyata juga banyak orang Kristen yang mau diramal nasibnya. Hal itu saya ketahui sebab sepulangnya saya dari Korea saya membeli 100 buah Alkitab dan setiap pasien yang datang kepada saya, saya berikan sebuah Alkitab, di antara mereka ada yang menyatakan, bahwa dirinya sudah memiliki Alkitab, berarti mereka adalah orang Kristen, mereka percaya kepada Tuhan Yesus. Ketika saya menanyakan kepadanya apakah Tuhan Yesus tidak menolong? Dia menjawab, bahwa dulu Tuhan Yesus menolong, tetapi sekarang tidak. Saya menasehati mereka, bahwa mereka pasti ada sesuatu kesalahan dan saya anjurkan segera kembali sungguh-sungguh datang kepada Tuhan . Saya bersaksi kepadanva bahwa saya yang paling tidak percaya, ternyata Tuhan Yesus masih mau menolong saya. Saat itu ramalan saya semakin terkenal, banyak juga orang-orang Kristen yang mau tahu, karena ada peramal yang membagikan Alkitab. Mereka menyatakan, bahwa di dunia ini sayalah satu-satunya peramal yang demikian.

SEKARANG SAYA BERTOBAT SUNGGUH-SUNGGUH


Untuk mengakhiri kesaksian saya, pada tgl. 01 Pebruari 1988 pukul 01.00 barulah saya percaya kepada Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh. Hari itu saya selesai melihat dua Hong Sui dan yang terakhir di Pondok Indah, suatu tempat yang begitu luas baik tanah dan bangunannya. Ketika tiba di sana, hujan turun dengan lebatnya, sehingga saya kesulitan untuk turun dari mobil. Saya membawa kompas, tetapi dari dalam mobil jarum penunjuk tidak dapat menunjuk dengan tepat,sehingga saya terpaksa turun dengan payung untuk melihat tempat tersebut. Sepulangnya dari sana, kira-kira sudah jam 20.00, setelah makan lalu tidur karena badan terasa sudah kurang enak.

Tengah malam saya terbangun dengan pernafasan yang tidak lancar alias sesak. Sebagai seorang Sinshe saya tahu bahwa ini merupakan gangguan jantung. Rasanya saya sudah tidak tahan, udara yang keluar terasa lebih banyak dari yang saya hirup dan dengan situasi yang demikian, saya sadari dalam waktu 5-10 menit saya akan meninggal dunia. Di saat yang demikian, saya teringat kuasa doa dan mulailah saya berlutut di atas tempat tidur, berdoa kepada Tuhan Yesus supaya melalukan masa kritis tersebut, sehingga saya dapat melihat hari esok. Setelah "Amin" ternyata hasilnya tidak ada, bahkan pernafasan saya terasa bertambah sesak. Saya mengulangi lagi dengan berlutut dan berdoa kepada Tuhan Yesus dan Amin lagi, ternyata hasilnya juga tidak ada. Hati saya menjadi sedemikian sesak dan menurut perhitungan, sisa waktu tinggal kira-kira dua menit lagi. Waktu yang pendek itulah yang akan menentukan saya masih dapat hidup atau harus meninggalkan dunia ini.

Dalam keadaan demikian untuk kembali menyembah berhala pada saat seperti itu sudah tidak memungkinkan, sebab semua berhala sudah tidak ada lagi, sehingga satu-satunya jalan adalah saya harus kembali berlutut dan berdoa kepada Tuhan Yesus. Situasi sudah sedemikian gawat, saya tidak hanya berdoa supaya disembuhkan, bahkan saya berjanji jika saya disembuhkan saya mau percaya dan menurut kepada Tuhan Yesus, bersaksi dan melayani Tuhan Yesus, meninggalkan segala profesi lama saya. Saat itu saya yakin, bahwa Tuhan Yesus hadir di depan saya. Seperti biasanya saya mengakhiri doa dengan kata "Amin", tetapi heran saya, baru mengucapkan kata "A", belum sampai "MIN", pernapasan saya sudah lancar dan sembuh secara sempurna. Rasanya tubuh saya begitu segar seperti menjadi muda kembali dan saya dapat merasakan sukacita besar yang belum pernah saya alami selama 61 tahun saya hidup di dunia ini. Sejak saat itulah saya betul-betul percaya kepada Tuhan Yesus.

Saya adalah orang yang berpegang teguh kepada janji, sebab itu saya juga menepati janji saya kepada Tuhan Yesus. Tgl. 01 April 1988 saya mengumumkan, bahwa praktek meramal nasib, serta Hong Sui saya tutup meskipun masih banyak orang yang minta diramal, bahkan yang dari Taiwan, Singapore atau Malaysia. Tuhan mengasihi semua manusia, tetapi sayang hanya sedikit yang mau mengasihi Tuhan Yesus. Saya merasa sangat berhutang kepada Tuhan Yesus yang begitu mengasihi saya dan saya ingin dapat membalas kasihNya. Saya himbau Anda, kenalilah Tuhan Yesus Kristus, Percaya dan terimalah Dia dengan bulat hati. Percayalah kepadaNya senantiasa dengan 100% jangan 99%, maka hidup Anda diselamatkan, disembuhkan, diPulihkan di Dunia maupun di Sorga. Kiranya melalui kesaksian ini, ini dapat berguna bagi Anda dalam menguatkan iman semua saudara seiman.
AMIN.

Ayat Referensi:

Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal".  

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya:"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku".

Ibrani 2: 3-4 "Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai sedangkan Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan oleh Roh Kudus, yang dibagi-bagikanNya menurut kehendakNya".  

Ibrani 4:17b "Pada hari ini, iika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu!"

Kisah Para Rasul 4:12 "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."  

Yohanes 1:12 "Tetapi semua orang yang menerimaNya diberinya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang parcaya dalam NamaNya".

Redaksi:

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Apakah anda ingin diselamatkan? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa.
 Amin!

 
  
http://yesuskristus.com/index.php?option=com_content&task=view&id=250&Itemid=30

Read more

K I A M A T : 2 0 1 2 ?

Written by cnathael@blog.com 0 komentar Posted in:


PDF Print E-mail
 Apakah dunia akan kiamat pada tanggal 21 Desember 2012???

JANGAN PERCAYA tapi tetap BERJAGA-JAGA sebab YESUS KRISTUS akan datang kembali di saat yang tidak kita duga.

Matius 24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."


Masalah Kiamat atau akhir zaman inipun tidak diketahui oleh Tuhan Yesus Kristus, hanya Allah Bapa di Sorga saja yang tahu tentang hal itu, jadi untuk kita semua tentulah akan menjadi rahasia yang amat besar, namun demikian kita bisa mengetahui, bahwa kita semua ini sudah berada di akhir zaman, hal itu kita ketahui melalui ALKITAB (ALLAH KITA TETAP AMAT BERJAYA), dan didalam ALKITAB itu telah tertulis dengan amat jelas, bahwa pada saat ini sudah banyak tampil pengejek-pengejek dengan ejekan ejekannya melalui internet atau media lainnya, yaitu orang orang yang hidup menuruti hawa nafsunya (2 Petrus 3:3).

Akan tetapi, saudara saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janjiNYA, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah.

Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janjiNYA. Kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

Sebab itu, saudara saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapanNYA, dalam perdamaian dengan DIA.

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan padanya. (2 Petrus 3 : 3 – 15).

Nah, kan sudah ditulis di dalam ALKITAB (ALLAH KITA TETAP AMAT BERJAYA) dengan amat terperinci. Pelajarilah ALKITAB dengan sungguh sungguh mulai sekarang juga.

Marilah kita renungkan sendiri, nanti pada tanggal 21 Desember 2012 itu posisi bumi kita ini dan Matahari kita akan segaris lurus dengan pusat galaksi Bima sakti hal ini telah diketahui melalui ilmu Astronomi, pada saat itu tentulah medan maknit dari Matahari dan medan maknit bumi akan lebih mudah saling tarik menarik, daripada kalau tidak tepat segaris lurus dengan pusat galaksi Bima Sakti dan pada saat itulah dunia kita ini akan mengalami perubahan yang amat besar.

Menurut tafsiran saya yang bodoh dalam ilmu Astronomi ini, orang orang Uni Soviet, orang orang Amerika dan sekarang orang orang Tionghoa yang di Republik Rakyat Tiongkok sudah mulai bergegas membuat stasiun ruang angkasa agar mereka bisa menghindari kehancuran bumi kita ini, entah itu dengan jalan berpindah ke planet Mars atau planet lainnya yang bisa menunjang kehidupan seperti di bumi kita ini.

Kehidupan yang telah diberikan kepada kita oleh Allah Bapa di Sorga itu sungguh amat baik dan sebenarnya manusia tidak perlu mengeluh, baik itu yang kaya, yang pintar, yang miskin maupun yang bodoh sekalipun.

Cobalah kita perhatikan seekor semut, semut ini sama sekali tidak punya kantor Bank, tidak mempunyai Credit Card bahkan tidak memiliki rumah mewah dan mobil yang hebat hebat, tetapi makanan semut ini selalu ada, karena semut dapat mengetahui bahwa di masa masa tertentu akan timbul paceklik, untuk itulah semut semut ini sudah mempersiapkan banyak makanan di sarangnya jauh sebelum masa paceklik itu tiba.

Kalau kita mau berbuat yang sama, tentulah kita tidak perlu khawatir apa apa tentang kehidupan kita, asal kita mau menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai TUHAN dan JURU SELAMAT KITA .

Kita sudah diberi penjelasan oleh Tuhan Yesus, di injil Yohanes 3: 3 „Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah“ dan di Injil Yohanes 14 : 6 juga sudah diberikan konfirmasinya, yaitu kata Yesus kepadanya:“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang, kepada Bapa, kalau tidak melalui AKU“

Dari penjelasan penjelasan yang begitu akurat; bahkan di kitab kitab lain yang kita anggap sucipun tidak pernah dituliskan penjelasan seperti itu, maka kita semua sudah tidak memiliki jalan lain untuk menuju ke Allah Bapa di Sorga, kecuali hanya mau menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat kita secara pribadi. Untuk itulah kita harus mau juga melakukan segala sesuatu yang telah difirmankanNYA kepada kita, antara lain yaitu yang ditulis di Injil Markus 16 : 15 – 20.

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah IA ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan ALLAH. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda tanda yang menyertainya. Ingatlah juga isi Kitab Yudas 1 : 17 – 25. Saya memang tidak menuliskan isi Firman Tuhan itu, tapi bukalah Alkitab anda dan carilah sendiri agar anda lebih yakin lagi, terima kasih.

Wahyu 3:11 Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.


Ditulis dan direnungkan oleh:
Ir. H.L. Njoo
Ketua Dewan Pimpinan Komisariat
PDS, Seoul, Republik Korea



Referensi berita:
by:http://yesuskristus.com/index.php?option=com_content&task=view&id=184&Itemid=30

Read more

Tanggal 4 Maret 2008 adalah tanggal yang akan selalu diingat oleh keluarga Herwanto Wibowo, khususnya Enrika. Pada tanggal tersebut, Herwanto, suami yang dicintainya hampir meninggal karena tindakan brutal yang dilakukan oleh seseorang yang tidak dikenal.  
"Waktu saya enak-enak belanja, anak buah saya datang, "ci, disuruh pulang" Saya tanya, "kenapa?" dia ngomong, "om kecelakaan". Langsung saya datang ke UGD. Disitu sudah banyak orang, banyak teman-teman. Terus saya lihat Herwanto, ya kaget. Saya menjerit, "Ada apa?" Langsung saya nangis. Terus saya ditarik oleh Satpam, tidak boleh dekat-dekat. Pada waktu itu kondisi Herwanto sudah berdarah-darah. Kedua kupingnya hampir putus seperti digigit tikus," ujar Ernika mengawali kesaksiannya.   
Sungguh sebuah kengerian yang tidak pernah Enrika bayangkan. Kepedihan menguasai dirinya.
Sementara itu, melihat kondisi yang semakin parah Herwanto pun dipindahkan ke rumah sakit lain untuk dapat segera menjalani operasi.
"Sebelum keluar aja, dokter udah bilang bahwa rongga matanya tuh pecah. Matanya ini buta sebelah kiri," ujar Enrika. "Pada waktu itu, bapak sudah tidak sadar. Ada memar di sebelah kiri kepalanya. Tengkoraknya pun kelihatan terbuka," ungkap dr.Linda, dokter yang memeriksa Herwanto.
Tanda tanya besar tentang apa yang terjadi pun menghantui pikiran Enrika. Hingga temannya pun membawa seorang saksi yang mengetahui kejadian sebenarnya. Namanya Salimin.
"Saya mendengar suara gaduh di gang tersebut. Pada waktu saya nengok ada satu orang yang sedang terlentang dipukul dengan barbel oleh satu orang lain. Saat pukulan ketiga diarahkan ke wajah korban itu, saya langsung lari berniat untuk memberhentikan. Perkelahian pun terjadi. Barbel yang dipegang pelaku tersebut pun sempat lepas dari genggamannya, tetapi saya kalah. Tidak kehabisan akal, saya pun meninggalkan tempat dan berteriak minta tolong ke orang lain hingga membuat akhirnya pelaku itu pun kabur meninggalkan korban bersimbah darah."
Darah itu sudah terlanjur mengalir, Enrika hanya bisa terdiam memandang suaminya yang terbujur lemas, tak sadarkan diri.
"Saya tidak pernah merasakan suatu kesedihan. Suatu masalah yang besar. Jadi, happy gitu. Suami saya baik, bertanggung jawab, sayang sama anak-anak. Anak-anak juga baik-baik, tidak ada yang macam-macam," cerita Enrika.
Indahnya sebuah keluarga dalam kenangan-kenangan manis telah mereka lalui berasama. Namun, kenangan-kenangan itu terancam lenyap dan tidak akan terulang kembali.

"Pas itu sakit banget. Kakinya suka goyang-goyang merasakan kesakitan." ujar Reta, putri dari pasangan Herwanto-Ernika." Aku rela menggantikan posisi papa di rumah sakit supaya aku aja yang sakit bukan papa," lanjut Reta sambil mencucurkan air mata.
Kematian tak segan-segan memilih korbannya. Hanya kepasrahan dan doa sajalah yang mampu Enrika lakukan.
Disaat Enrika membaca Alkitab, sebuah janji Tuhan Enrika dapatkan bahkan memberinya kekuatan. Firman itu berkata kuat kepadanya bahwa suami yang dicintainya, Herwanto tidak akan meninggal. Janji Firman Tuhan itu pun diterima Ernika dan memberikan kedamaian dalam dirinya sehingga ia pun dapat tidur dengan tenang pada malam itu.
Operasi demi operasi kembali harus dilakukan Herwanto, tetapi apakah kesembuhan menjadi milik Herwanto? Puji Tuhan..Herwanto sembuh walaupun menyisahkan beberapa sisa luka fisik dari peristiwa tersebut.

Pada saat dokter memeriksa kembali mata suaminya, Enrika mengisahkan bahwa ujian demi ujian yang diberikan oleh dokter berhasil dilakukan oleh Herwanto dengan baik. Bahkan sekarang ini kondisi suaminya masih tetap sama dengan kejadian sebelum mengalami kecelakaan, yakni tetap pintar dan memori-memorinya bersama keluarga tetap diingatnya.
Kenangan-kenangan manis di dalam keluarga pun dapat terulang kembali karena kesembuhan dan pemulihan yang Herwanto alami.
"Sekarang, pelan-pelan papa sudah bisa kembali kerja. Sudah bisa bercanda-canda kembali. Sudah seperti semula lah," tutur Reta dengan rona wajah bahagia.

"Pekerjaan pun saya tetap bisa mengerjakan masalah-masalah. Saya bisa memberikan tanggapan, saran atau memberikan koreksi ketika terjadi kesalahan dalam pekerjaan ini," aku Herwanto Wibowo.
Seluruh keluarga mengucap syukur atas pekerjaan Tuhan dalam peristiwa yang di mata manusia sepertinya sungguh mustahil.
"Ini adalah anugerah dari Tuhan Yesus yang menolong saya," ujar Herwanto. "Disini saya melihat bahwa Tuhan Yesus tidak pernah mengecewakan pengharapan yang saya miliki," ujar Enrika menutup kesaksiannya. (Kisah ini ditayangkan 26 Januari 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).
Sumber Kesaksian:
Enrika 
by:http://yesuskristus.com/

Read more

Kesaksian Dadang Matius

Written by cnathael@blog.com 0 komentar Posted in:

Kesaksian yang luar biasa dari seorang pawang ular yang bertobat dan diubahkan oleh Yesus.



 RABBONI ISA AL-MASIH TELAH MENYELAMATKAN SAYA.
 

Dulu nama saya Dadang Murtala, berdarah Sunda asli, lahir di Bandung tanggal 14 Januarl 1951. Saya 9 bersaudara 5
perempuan, 4 laki-laki, saya paling kecil tapi paling berandal. Dalam tahun 1970 saya ke Banten. Berguru di pesantren
untuk mendapatkan ilmu kekebalan tubuh dan menjinakkan hewan-hewan berbisa.

Pada akhir pelajaran saya diwajibkan membaca Al Qur'an dari permulaan,
surat Al Fatihah, sarnpai dengan surat terakhlr, surat

An Nas, hanya dalam beberapa jam. Sesudah itu saya harus puasa tiga hari dan pada hari ketiga tidak boleh tidur sama sekali.Akhirnya saya harus mengucapkan mantra khusus sebanyak seribu kali, sesudah itu saya dinyatakan siap bertempur.

Rambut saya panjang, 110 cm, terpaksa saya biarkan memanjang, karena tidak ada gunting dan tidak ada pisau yang bisa digunakan untuk memotong rambut saya. Saya masuk dalam ruangan kaca yang sudah penuh dengan 400 ekor ular-ular berbisa, ular cobra, ular welang, ular tanah dan sebagainya, juga penuh dengan kalajengking yang besar-besar sebanyak 3000 ekor. Saya bergaul dengan hewan-hewan berbisa itu siang dan malam selama 100 hari. Sudah itu dalam aktrasi yang lain saya menyediakan jeruji sebanyak 100 buah.

Saya tusukan ke leher saya dari kanan tembus ke kiri. Penonton saya persilahkan menusukkan jeruji sepeda yang lain ke tubuh saya atau ke leher saya, boleh pilih sendiri. Sampai banyak jeruji menghiasi tubuh dan leher dan mulut saya. Setelah beberapa lama berlangsung atraksi ini, jari-jari sepeda saya cabut satu per satu, bekas-bekasnya saya sapu dengan tangan saya sambil mengucapkan mantra., dan tidak ada bekas, tidak ada darah menetes.
Pada tanggai 4 Agustus 1992 terjadilah peristiwa yang tidak saya sangka-sangka. Ular cobra kesayangan saya, yang pada setiap pertunjukan selalu melilit di leher saya dengan ekornya dan menari-nari dengan batang leher dan kepalanya dengan sangat lucu mengikuti irama musik, entah kena apa mendadak sontak memagut tangan kanan saya. dan seketika itu tangan saya membengkak dan saya jatuh pingsan.

Ketika saya siuman kembali, ternyata saya telah terbaring di ruang gawat darurat di rumah sakit Ranca Badak dengan infus di tangan kiri saya. Kata dokter saya kena nerotoksin. Selama 29 hari saya terbaring di ruang gawat darurat menghabiskan 47 labu cairan dan 13 labu darah. Kondisi badan saya sangat menurun, tinggal kulit yang melekat di tulang dan rambut
saya yang panjang di bawah pinggul saya. Berat badan saya menurun dari 59 kg menjadi 37 Kg. Keluarga saya kehabisan biaya, sedang kondisi saya terus menurun tidak ada harapan lagi, saya dimintakan untuk pulang saja oleh keluarga saya.

Setelah empat hari di rumah saya tidak sadarkan dirl. Saya dilarikan lagi ke rumah sakit. Saya mendengar percakapan orang
disekitar saya.Empat orang dokter sempat melihat tubuh saya. Semuanya mengatakan saya sudah tiada lagi. Visum kematian
sudah dibuat untuk penguburan saya. Keluarga saya sudah miengucapkan doa-doa orang mati di bawah ranjang saya. Tapi
seorang dokter di antara ke empat dokter yang tidak bersedia saya sebutkan namanya, melarang tubuh saya cepat-cepat di kubur, karena dia ingat percakapan saya dengan dia waktu saya dirawat di ruang gawat darurat, kalau saya mati jangan cepat-cepat dikubur. Dia berdoa dan tumpang tangan di atas kepala saya. Setelah saya mengalami tidak sadarkan diri selama dua hari satu malam itu, ada gerakan lagi pada jari-jari saya. ada pernafasan lagi. Dokter tersebut mengambil segelas plastik aqua dan di tetes-teteskan kedalam mulut saya. Saya dapat membuka mata dan telah sadar kembali. Tiga orang dokter lain ikut mendatangi saya dan mereka berempat berdoa dan tumpang tangan buat saya. Setelah tiga hari di rumah sakit saya dibawa pulang lagi oleh keluarga saya.

Selama di rumah saya merenungi hidup saya dan ingat pula atas pelayanan para dokter dan para juru rawat di rumah sakit serta ingat pula atas doa dokter tersebut. Setelah beberapa bulan di rumah, saya ingat pelajaran saya waktu belajar ilmu hitam, ilmu mantra dan ilmu tenung bahwa orang Kristen itu tidak mempan mantra dan tenung. Hati saya mendadak tergerak untuk bertemu dengan Pendeta. Dengan kondisi badan yang belum pulih, saya pergi ke
Bandung
langsung ke suatu Gereja yang besar di tepi jalan besar. Tetapi alangkah kecewa hati saya mereka yang ada di gereja itu tidak ada yang mau menerima kedatangan saya. Mungkin mereka menganggap saya ini kurang waras, tubuh saya kurus kering, rambut saya panjang seperti ekor kalajengking. Saya pulang ke rumah dengan rasa murung.

Beberapa hari kemudian saya pergi ke rumah salah seorang yang beragama Kristen. Saya ceritakan kekecewaan saya itu, dia
tanggap dan saya diajak ke
Bandung
, ke Gereja yang lain. Di sini saya dilayani. Saya mengikuti kebaktian tiap hari Minggu dan setelah tiga bulan saya dibaptis, yaitu pada tanggal 20 Juni 1993.

Sejak saya masuk gereja tidak ada lagi dalam pikiran saya untuk tampil dalam pertunjukan lagi seperti yang sudah-sudah. Bukan karena takut mati dipagut ular tapi takut akan Rabboni 'Isa. Dulu saya sahabat ular sekarang saya menjadi seteru ular dan berperang melawan ular.Dulu, ular sahabatku, sekarang Rabbi Isa Almasih Juruselamatku. Dulu, saya membenci orang Kristen tetapi orang Kristen tidak membenci saya. Dulu saya pernah membenci Yesus Kristus tetapi Yesus yaitu 'Isa tidak pernah membenci saya, bahkan hari ini Yesus telah melepaskan saya dari kuasa gelap, menyelamatkan saya dari kebinasaan.

Tetapi setan memang tidak pemah berhenti menggoda manusia.Pada suatu hari saya ditawari uang Rp 12.000.000,- untuk
pertunjukan selama satu bulan, dengan pertunjukan
lima jam sehari. Nama dan gambar saya dimuat di surat
kabar. Tetapi sekalipun keluarga saya hidup pas-pasan, saya tidak terpikat lagi atas tawaran Iblis tersebut.

Pada suatu hari Pendeta mengirim saya ke
Jakarta untuk belajar dan berlatih di sekolah Al-Kitab. Senin sampai Jumat belajar di Jakarta, Sabtu dan Minggu di Bandung dan bertemu dengan keluarga dan handai tolan. Saya berbicara tentang keselamatan yang diajarkan oleh Sang Juruslamat sendiri yaitu AlMasih 'Isa.
Eh, banyak dari mereka yang tertarik, dan mereka minta dibaptis. Akhirnya istri saya, anak-anak saya, adik-adik ipar saya, mertua saya, teman-teman saya juga mereka yang tempat tinggalnya jauh dari rumah saya sampai 40 km dari rumah saya menerima baptisan kudus sebagal tanda pertobatan mereka, sebagai meterai mereka menjadi milik Sang Juruslamat Al-Masih 'Isa. Sampai kesaksian saya ini saya tulis, jumlah mereka itu semua sudah mencapai 87 orang. Puji Tuhan. Dan saat itu nama
saya yang mula-mula Dadang Murtala berubah menjadi Dadang Mathius.

Demikianiah kesaksian saya, saya tuliskan dengan harapan saya agar ikut menjadi penggerak dan penggairah hati anak-anak Tuhan untuk mau ikut melayani Dia. Bersaksi tentang Dia dan memberitakan kasihNya, penyelamatan orang berdosa seperti saya dulu yang pernah dikuasai setan, yang bakal binasa telah diselamatkan oleh Dia.

Puj'i Tuhan.

Tuhan memberkati kita semua

Dadang Mathius
 
sumber:http://yesuskristus.com/index.php?option=com_content&task=view&id=23&Itemid=9

Read more

Sembuh dari sakit jantung sejak kecil

Written by cnathael@blog.com 0 komentar Posted in:

Disembuhkan dari sakit jantung sejak kecil yang dikarenakan tidak bisa mengampuni orang lain.


Pada tanggal 24 Oktober 2004 jam 9.30 malam, saya kedatangan tamu seorang wanita muda yang mengidap penyakit jantung sejak kecil. Dia menceritakan tentang masalahnya sejak kecil sampai dewasa ini, dan saat ini tubuhnya lemah serta sesak nafas, dan dadanya sakit. Menurut dokter ada penyumbatan di jantungnya dan harus dikoret melalui operasi jantung.

Sejak kecil wanita ini sudah disingkirkan oleh ibunya. Dia selalu dianiaya oleh ibunya, dan selalu dibedakan perlakuannya terhadap adik dan kakaknya. Bahkan karena saking stress-nya dan dendamnya dengan ibunya, wanita tersebut lari dan kuliah di kota lain. Dia tipe wanita yang kurang kasih sayang. Pada saat menempuh kuliahnya ini, dia bertemu dengan calon suaminya yang sanggup memberi kasih sayang kepada wanita tersebut pada mulanya. Tetapi dengan berjalannya waktu, calon suaminya tersebut mulai sering menganiaya wanita tersebut bahkan laki-laki tersebut mulai menjalin hubungan dengan wanita lain. Dan akhirnya wanita ini sangat dendam dengan calon suaminya.

Setelah wanita tersebut selesai bercerita tentang masalah yang dideritanya, Kami mengajak dia untuk menyembah Tuhan. Saya mengiringi dengan gitar dan melantunkan penyembahan “Seperti yang Kau Ingini”. Wanita tersebut mulai menangis. Dan saya ajak untuk mengampuni ibunya. Wanita tersebut menjerit-jerit sekeras-kerasnya tidak mau mengampuni ibunya, karena ibunya sangat kejam sering memukul dia tiada ampun. Setiap saya ajak wanita tersebut untuk mengampuni ibunya, dia menjerit-jerit tidak mau mengampuni ibunya, ibunya jahat tidak sayang kepada dia. Lama sekali wanita tersebut mau mengampuni ibunya. Setelah dia mampu untuk mengampuni ibunya, dia mulai muntah-muntah banyak sekali. Kami terus menyembah dan mengucap syukur karena Tuhan Yesus sudah memampukan wanita ini untuk mengampuni ibunya.

Kemudian kami mengajak wanita ini untuk mengampui calon suaminya. Wanita ini mulai meronta-ronta dan menjerit-jerit tidak mau mengampuni calon suaminya. Karena laki-laki ini sering memukuli dia. “Dia kejam, tidak sayang dengan aku”. Dan saya jawab:”Tidak, calon suamimu ini sangat sayang sama kamu, kalau tidak sayang dia sudah lama tinggalkan kamu”. “Mari ampuni dia, kalau kamu tidak mengampuni calon suamimu, kamu juga tidak akan diampuni oleh Bapa di Sorga”, kata saya. Dia menjawab:’Tidak mau, dia orangnya kejam, dia juga pacaran dengan wanita lain”. “Di dalam nama Tuhan Yesus, aku minta Roh Kudus untuk memampukan wanita ini mengampuni calon suaminya”, saya memohon kepada Tuhan. Setiap kali wanita ini berusaha mengampuni calon suaminya, dia selalu muntah-muntah. “Di dalam nama Tuhan Yesus, saya perintahkan roh-roh yang mencengkeram jantungnya keluar”. Darah segar dan darah kental berwarna merah hati banyak keluar dari mulutnya. Lama sekali wanita ini mampu mengampuni calon suaminya yang sering menganiaya wanita tersebut. Kemudian kami meneruskan menyembah Tuhan Yesus. Diantara penyembahan ini, wanita tersebut mulai mengampuni calon suaminya sambil menangis. Ternyata Tuhan sudah memampukan wanita tersebut untuk mengampuni calon suaminya.

Seminggu kemudian, dia bersaksi bahwa jantunnya sudah sembuh dan telah dicek ke dokter. Dan calon suaminya menjadi sangat baik dengan wanita ini. Dengan tertawa yang mengekspresikan sukacitanya, dia berterima kasih pada saya karena semua masalahnya sudah diselesaikan oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sungguh sangat luar biasa.
Dendam yang bertahun-tahun membuat wanita ini mengidap penyakit jantung. Karena dia datang kepada Tuhan Yesus, semua masalahnya sudah diselesaikan-Nya.
Amin.
Tuhan Yesus memberkati

Read more

Ini adalah kisah nyata tentang seorang Muslim Shi'ah fanatik yang haus dan lapar akan Allah. Pencariannya akan kebenaran membawanya menyeberangi tiga benua. Imannya terhadap Islam tidak tergoyahkan sampai pada hari ia mendengar tentang kebenaran Kristus Yesus, dan mulai mengalami kasih-Nya dan kehidupan-Nya. Pada saat kamu membaca kisah ini, kamu juga bisa menemukan jalan yang menuntun kepada . . . . . . . HIDUP SEJATI !

RezaReza Fakour-Safa dilahirkan dan dibesarkan di Iran, seorang Muslim Shi'ah yang taat sampai pada hari ia menerima Kristus pada tahun 1980. Sejak itu ia telah memberitakan Injil di lebih dari tiga puluh negara. Di mana pun Reza berkhotbah, ia melihat ribuan orang diselamatkan dan mukjizat kesembuhan karena kuasa dalam Nama Yesus.

 

Read more
Header 468x60 Ads
Free Fire Pointer Blue MySpace Cursors at www.totallyfreecursors.com
Blog Ini Akan Di alihkan ke http://tianminipedia.blogspot.com